Italian Bistro dengan Harga Realistis

DIMANA mencari Italian restaurant dengan menu autentik dan berlokasi strategis,namun dengan harga yang tidak menguras kantong? La Mangiare Italian Bistro mungkin tempat yang tengah Anda cari. La Mangiare Italian Bistro mengusung konsep yang unik. Berbeda dengan Italian resto lain yang terletak di sebuah hotel mewah atau gedung perkantoran, resto ini malah melawan pakem.

Berada dalam sebuah mal eksklusif, tepatnya di ground floor Pasaraya Grande,Blok M, Jakarta Selatan, tempat ini penuh kejutan. Dari dekorasi ruangan saja, La Mangiare sudah tercium ”aroma” Italianya.Mengambil inspirasi dari rumah pedesaan di Negara Piza itu, resto ini misalnya menempatkan hiasan rak untuk menaruh tumpukan baguette (roti Prancis yang panjang dan keras) serta pasta beku di salah satu dinding ruangannya. Suasana alam tradisional Eropa itu intinya dihadirkan di sini.

Bagi Anda yang kangen atau ingin menikmati suasana lain yang berbeda dibanding restoran lain di Jakarta, tempat ini pantas jadi pilihan. Mewah tetapi tidak terkesan ”jauh dari jangkauan”. Hangat dan romantis. Dalam bahasa Italia, La Mangiare artinya adalah makan.Dibuka sejak Juni 2008, resto ini merupakan impian pengelola Pasaraya Grande untuk membuat Italian cuisine yang orisinal,namun menjangkau semua kalangan.

Mengingat masyarakat sepertinya masih ”alergi” dengan bistro ala Barat yang menetapkan harga makanan selangit. ”Jadi, konsepnya restoran kami memang bistro, tapi dengan servis ala fine dining. Atau kalau mau dikategorikan, kami juga termasuk family restaurant karena terletak di dalam mal,” kata Manager La Mangiare Italian Bistro Andri Harris. La Mangiare bisa menampung hingga 70 orang yang terbagi di ruangan dalam dan teras yang berada tepat menghadap gedung B, Pasaraya.

Di pintu depan terpasang kanopi merah, putih, dan hijau yang diketahui merupakan warna bendera Italia. Sementara, dari dalam mal resto ini menerapkan konsep terbuka sehingga mudah dijangkau pengunjung. Kemudian, di dalam ruangan diletakkan sebuah piano yang bisa digunakan oleh tamu. Sedangkan dinding penyekat ruangan resto yang memiliki luas 150 meter persegi ini dibuat dari kaca agar pengunjung bisa melihat ke luar dan ditutupi tirai putih panjang.

Untuk bahan kursi dan meja,dipilih dari kayu agar aksen Indonesia tetap terlihat. Dengan dekorasi seperti itu, La Mangiare terlihat elegan dan berkelas.Andri mengatakan, alasan Latief Corporation selaku manajemen Pasaraya membangun restoran Italia agar menjadi charming point dan trade mark restoran bistro yang terletak di mal.

”Di Jakarta Selatan, kami termasuk restoran Italia satu-satunya yang berada di mal, kalau di hotel banyak. Pengelola juga ingin menghadirkan beragam restoran di sini,”tuturnya. Pasaraya saat ini memang banyak membangun restoran sendiri di dalam malnya. Beragam konsep dan model tempat makan dihadirkan di sini. Mulai masakan Eropa, Nusantara, gerai kopi, khusus anak-anak, kafe, bar, hingga restoran jenis lain tersedia di sini.

Jadi, segala lapisan dan usia pengunjung bisa terpuaskan ketika mencari tempat pengisi perut di mal ini. La Mangiare, kata Andri, menerapkan pure Italian dalam hal masakan.Beragam jenis pasta khas Italia seperti pizza,spaghetti,fettuccini, lasagna, dan fusilli tersedia di sini. Juga ada menu lain semisal steak, fried chicken, dan lamb chop. Ini tentu saja berbeda dibandingkan resto lain yang mengaku Italian bistro namun menjual juga masakan Prancis.

Untuk menjamin orisinalitasnya, menu semua masakan juga ditulis menggunakan nama Italia. Hal ini makin menguatkan image restoran ini dibandingkan resto lain yang berada di kelasnya. Akibat keaslian rasa dan mutunya, banyak yang menyangka chef La Mangiare berasal dari mancanegara.” Padahal,chef-chefkami lokal semua,”ujar Andri. Dari segi harga,lanjut dia,tempat ini sangat terjangkau.

Dibanding Italian bistrolain,La Mangiare masih realistis dan kompetitif dalam mematok harga makanan.Harganya bervariasi mulai Rp15.000– Rp92.000. Untuk pasta sekitar Rp25.000–Rp40.000. ”Bisa dilihat resto Italia lain, harga kami masih di bawah itu.Namun meski terjangkau, kualitas kami tidak kalah dengan yang mahal. Kalau diistilahkan termasuk bintang tujuh,”terang Andri. Andri menuturkan, kebanyakan costumer resto ini memang didominasi para ekspatriat. Namun, banyak juga tamu lokal yang berkunjung ke La Mangiare.

Untuk pengunjung lokal,banyak berdatangan dari pelaku bisnis dan pekerja kantoran di sekitar Blok M dan Kemang, Jakarta Selatan. ”Perbandingannya sekitar 60% dan 40%.Sebanyak 60% dari mereka ekspatriat. Mungkin karena rasa kami autentik Italia, jadi para ekspatriat banyak yang suka makan di sini karena seperti makan di negara sendiri.

Banyak juga tamu kami yang berasal dari hotel di sekitar mal,”katanya. La Mangiare buka tiap hari pukul 10.00–22.00 WIB.Andri mengatakan, saat weekend merupakan hari teramai para tamu menikmati hidangan di sini. Apalagi, untuk menambah kenyaman pengunjung, resto ini juga menyediakan fasilitas free Wi-Fi bagi Anda yang hobi berselancar di internet. Di tiap weekend,ada pula live music piano yang terpajang di resto ini. (rendra hanggara – Harian Seputar Indonesia)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s